Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik
Renungan Kristen Sehari-hari

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! (1Taw. 16:34)

Bacaan: 1Taw. 16:8-13, 23-36Setahun: 2Taw. 30-31; Yoh. 18:1-18Kidung pujian yang indah ini, “We Plow the Fields [Kita Membajak Sawah],” kerap dinyanyikan di Amerika Serikat selama hari Pengucapan Syukur pada bulan November. Bagi saya, kidung pujian itu mengingatkan kita pada banyak keluarga yang berbagi hidangan tradisional selama musim panen.

Namun, saya terkejut ketika mendengar lagu itu dinyanyikan di gereja selama bulan Juni, melenceng dari konteks hari besar tradisional itu. Saya jadi sadar bahwa bersyukur kepada Allah atas kebaikan dan pemeliharaan-Nya harus menjadi perayaan yang berkelanjutan bagi umat-Nya.

Untuk sebuah acara perayaan nasional yang istimewa, Raja Daud menulis sebuah lagu untuk memimpin bangsanya memuji Allah pada masa itu, “Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! ... Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan!” (1Taw. 16:8,10). Hingga kini lagu ini bertahan menjadi bagian dalam buku kidung pujian di Israel yang tak henti-hentinya dinyanyikan (Mzm. 105:1-15).

Dua abad silam, Matthias Claudius menulis:
Kami bersyukur kepada-Mu, Bapa, atas segala hal yang cemerlang dan indah; / Masa menabur dan masa menuai, kehidupan kami, kesehatan kami, makanan kami; / Tak ada yang mampu kami berikan kepada-Mu atas segala kasih yang Engkau curahkan selain yang Kaukehendaki, kerendahan hati kami dan hati yang penuh syukur. / Segala anugerah yang baik di sekeliling kami berasal dari surga; / Syukur kepada Tuhan, oh syukur kepada Tuhan atas kasih-Nya.
Ada banyak hal yang bisa kita syukuri setiap hari. Allah senantiasa menyediakan segala kebutuhan kita. Dengan demikian, mari kita merayakan hari Pengucapan Syukur sepanjang masa —DCM

BAGI ORANG KRISTIANI, MENGUCAP SYUKUR
BUKAN SEKADAR PERINGATAN MELAINKAN SEBUAH CARA HIDUP
Label: edit post
Reaksi: 
0 Responses