Tampilkan postingan dengan label About Christian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Christian. Tampilkan semua postingan
GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT- PEMBAWA SENJATA TUHAN
Renungan Kristen Sehari-hari


MENGAPA GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT- PEMBAWA SENJATA TUHAN

up 
Tuhan mengangkat suatu angkatan perang suatu pendoa
syafaat yang baru yang akan mendukung Gembala dan para
pemimpin yang lainnya.

Pendoa Syafaat : seorang pengawas Rohani dari Gereja,
Kota dan Bangsa.

• Didalam doa yang efektif, kesungguhan maka pendoa syafaat harus mengetahui lingkup dan pentingnya dari tugas di depan mereka.

• Pendoa syafaat tidak hanya berjaga atas sakit penyakit, emosional dan rohani gembala, tetapi dengan doa bisa mencegah hal tersebut.

• Allah sedang mendirikan kemitraan strategi antara pemimpin dan pendoa syafaat untuk pelayanan di hari-hari mendatang.

MENGAPA GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT ?

A. GEMBALA diserang habis-habisan.

B. Wabah jatuhnya para gembala :
2. alasan utama:
‘ BURNOUT kegembalaan’ = terbakar habis / lelah sekali/ kehabisan tenaga. Hal ini bisa mengakibatkan keluar dari penggembalaan.
Dalam kurun waktu 20 terakhir ini para gembala di serang habis-habisan. Dengan cara Frustasi melalui perasaan kekurangan, kemunafikan, rasa bersalah, dan rendah diri. Sampai di satu tingkatan dimana penjualan asuransi kelihatannya menjadi lebih menarik di dalam mencari uang. Immoralitas.

C. Kecerobohan kegembalaan.
Memenangkan pertempuran Burnout, musuh mengetahui bahwa gembala diserang habis-habisan, dan menyerang titik paling lemah mereka. Dengan menggunakan senjata kita bisa mengalahkan hal tersebut.

D. Gembala butuh pendoa syafaat
Para pemimpin Kristen membutuhkan pendoa syafaat.

Alasan para gembala dan para pemimpin Kristen memerlukan pendoa syafaat lebih dari anggota biasa dalam Tubuh Kristus.

1. Gembala mempunyai tanggung jawab dan bertanggungjawab lebih. Yakobus 3 : 1 “saudara-saudaraku janganlah banyak orang diantara kamu mau menjadi guru, sebab kita tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat”.

2. Gembala adalah sasaran yang lebih dari godaan / pencobaan

3. Gembala lebih ditargetkan oleh peperangan rohani.

4. Gembala mempunyai pengaruh lebih, atas orang lain.

5. Gembala mempunyai penglihatan/ Visi lebih.

PEMBAWA SENJATA TUHAN
I. PEWAHYUAN TENTANG PEMBAWA SENJATA
Apakah yang dilakukan seorang pembawa senjata ? 1 Sam 16:21 katakan bahwa ia adalah seorang yang bertanggung jawab membawa perisai tuannya ke medan pertempuran. Dia punya tanggung-jawab yang luar biasa besar terhadap keselamatan tuannya.
1) Roh dari Pembawa Senjata
Materi ini bertujuan memberikan pewahyuan tentang roh pembawa senjata dalam kaitannya bagaimana kita berhubungan dengan pria atau wanitanya Tuhan satu dengan yang lain di dalam hidup kita.
2) Kebutuhan Pembawa Senjata
Pertanyaan besar kepada setiap hamba Tuhan yang memimpin sebuah pelayanan, bila mereka tidak lagi dalam pelayanan mereka akan kemana selanjutnya pelayanan tersebut berjalan? Banyak yang merasa akan berakhir hancur. Yesus menjadi contoh dengan melahirkan 12 murid sampai hari ini pelayananNya semakin besar. Itu karena ada pembawa senjata- pembawa senjata yang berdiri di sampingnya.

3) Arti Pembawa Senjata
Dalam bahasa Ibrani kata Pembawa Senjata berasal dari dua kata yaitu nasa atau nacah (naw-sawa) yang artinya mengangkat. Kata yang kedua adalah keliy (kel-ee’) dari akar kata kalah (kawa-law’) artinya mengakhiri.
Jadi tugas seorang pembawa senjata adalah berdiri di samping pemimpinnya untuk membantunya, mengangkatnya, dan melindunginya dari serangan musuh.

4) Membangun Roh Pembawa Senjata
Roh ini membebaskan kita dari pemberontakan, … Kita tidak akan pernah mencapai posisi dimana kita tidak pernah tunduk terhadap seseorang. Roh Pembawa Senjata adalah Roh Kristus, yaitu hati hamba.

II. PEMBAWA SENJATA DALAM PERJANJIAN LAMA
Contoh yang baik dari kesetiaan seorang pembawa senjata ditunjukkan di Hakim-Hakim 9:45-55 (tentang kematian Abimelech).
Contoh lainnya :

Pembawa Senjata Saul (1 Sam 31:4-6 dan 1 Taw 10:4-5)
Perhatikan bahwa meskipun semua pasukan Saul telah melarikan diri, pembawa senjatanya tetap berada di sisi Saul.

Pembawa Senjata Jonathan (1 Sam 14:1-23)
Perhatikan ayat ke-7 bagaimana kepatuhan dan kerendahan hati seorang pembawa senjata.




Daud Sebagai Pembawa Senjata (1 Sam 16:14-23)
Perhatikan gamabaran yang diberikan tentang Daud sebagai pembawa senjata, yaitu :
- pandai bermain musik/kecapi.
- pahlawan yang gagah perkasa.
- seorang prajurit.
- pandai berbicara.
- elok perawakannya.
- Tuhan menyertai dia.
Meski selanjutnya kita ketahui bahwa Saul sangat membenci Daud, Daud tidak pernah membalas ‘orang yang diurapi Tuhan’ (1 Sam 26:9). Hasilnya adalah promosi yang luar biasa dan penghormatan terhadap Daud.

III. PEMBAWA SENJATA DI PERJANJIAN BARU
Pelayanan Membawa Senjata
Tuhan membangun suatu perintah yang menurut prioritasnya sebagi berikut :
1. Hubungan dengan Tuhan.
2. Hubungan dengan pasangan.
3. Hubungan dengan anak.
4. Pekerjaan.

Berbeda dengan Perjanjian Lama dimana prioritas tugas sebagai pembawa senjata adalah nomor 1, sedang di Perjanjian Baru prioritas no 4.Tetapi sikap hati tetap sama.




Pembawa Senjata Yang Setia
Pembawa Senjata seringkali mengalami hal tidak mengenakkan bahkan dari pemimpinnya sendiri. Seringkali tergoda untuk lompat ke posisi lain yang lebih menggiurkan daripada bertahan di posisi sekarang sebagai pembawa senjata pemimpin. Tetapi seperti Yesus yang datang ke dunia untuk MELAKUKAN KEHENDAK BAPA, maka Dia meminta kita melakukan hal yang sama. Seorang pembawa senjata bukan harus selalu menjadi sahabat terdekat pemimpinnya. Tujuannya bukan untuk selalu dekat dengan pemimpin, tetapi dekat dengan Tuhan Yesus dan mengerjakan peperangan rohani.

Pelayanan Pembawa Senjata
Di Perjanjian Baru pelayanan seorang pembawa senjata bukan lagi berperang melawan Filistin tetapi penguasa di udara (Ef 6:12). Seorang pembawa senjata bukanlah orang kedua setelah pemimpin (berdiri di belakang pemimpin), 1 Kor 12:23 katakan bahwa bagian tubuh paling lemah sekalipun harus diberi penghormatan khusus. Dengan berdiri di samping pemimpin anda, maka pemimpin anda akan menjadi jauh lebih kuat daripada seorang diri.

Tugas Pembawa Senjata
Pelayanan membawa senjata adalah doa, penjagaan, dan bersyafaat. Jadi berdasarkan Perjanjian Baru tugas seorang pembawa senjata adalah :
1. Bekerja keras supaya prioritas Illahi ada pada jalurnya.
2. Menahan diri dari mencari-cari kelemahan pemimpinnya.
3. Tetap selalu rendah hati, dengan takut dan gemetar, dalam ketulusan hati, melakukan yang menyenangkan Kristus, “bukan menyenangkan orang lain”.
4. Melayani pemimpin dengan baik, tidak mengharapkan penghargaan, tetapi percaya bahwa Yesus sendiri yang akan memberi penghargaan untuk setiap usaha dan kesetiaannya.
5. Melengkapi pemimpinnya dalam pertempuran.
6. Melayani dengan kekuatannya untuk pemimpinnya secara rohani.
7. Membantu pemimpinnya berdiri melawan godaan si jahat.
8. Tahu bagaimana caranya menghadapi kekuatan rohani.

Beberapa ayat referensi tentang sikap dan karakter pembawa senjata Perjanjian Baru : Mat 18:1-4, Yoh 15:13, Ef 5:5-6, Fil 2:3-9, 1 Tes 5:12-13, 1 Pet 5:5 ; 2:20.

IV. TERIAKAN DARI PARA PEMIMPINNYA TUHAN
“Tuhan kirimkan aku Yosua !”
Yosua 1:1, disebutkan bahwa Yosua adalah abdinya Musa. Banyak pemimpin membutuhkan generasi pengganti seperti Yosua. Apa hal mendasar yang harus dilakukan untuk mencari Yosua?
1. Berdoalah supaya Tuhan kirimkan orang-orang yang ditunjukNya secara Illahi datang kepada anda.
Ini selalu menjadi prioritas nomor satu. Minta supaya Tuhan kirimkan orang-orang berkualitas untuk memajukan visi anda.
2. Miliki kemauan untuk menginvestasikan hidup anda kepada orang-orang yang sudah membantu anda.
Tuhan memanggil anda menjadi pemimpin bukan untuk mengambil alih kendali atas hidup mereka, tetapi menjadi teladan bagi mereka.
3. Delegasikan otoritas
Pemimpin harus menyediakan kesempatan bagi stafnya untuk membangun, melayani, dan melepaskan kreativitas mereka yang tersembunyi, terutama bagi mereka pembawa senjata yang melayani dengan kesetiaan dan memberkati anda dan menolong anda dalam pelayanan.

V. BAGAIMANA MEMBANGUN ROH PEMBAWA SENJATA?
Langkah – Langkah :
Langkah pertama. Bebaskan diri anda terhadap kesombongan (Yak 4:6).
Bukti kesombongan adalah :
a. Roh yang independen ( menolak untuk mengandalkan Tuhan atau orang lain untuk pertolongan).
b. Gagal mengakui kesalahan.
c. Kurangnya roh pengajaran.
d. Sikap yang memberontak terhadap otoritas yang ada.
e. Wajah yang sombong.
f. Percakapan yang selalu berpusat pada diri sendiri.
g. Tidak toleransi bila yang lain melakukan kesalahan.
h. Sikap yang selalu memerintah.
Langkah kedua. Bebaskan diri anda dari kemarahan (Ams 16:32)
Bukti kemarahan adalah:
a. Watak yang selalu kesal ( usia berapapun).
b. Reaksi marah terhadap ketidakadilan.
c. Menunjukkan frustasi terhadap keadaan yang tidak bisa diubah.
d. Menggerutu, berbisik-bisik, dan mengeluh.
e. Sensitivitas yang berlebihan dan mudah tersinggung.
Langkah ke tiga. Bebaskan diri dari imoralitas/pelanggaran asusila (2 Kor 7:1)
Bukti dari roh kenajisan adalah :
a. Percakapan sensual.
b. Membaca hal-hal yang najis.
c. Sikap yang najis dan tidak normal terhadap lawan jenis.
d. Keinginan mendengarkan musik yang sensual.
e. Berpakaian sensual atau penampilannya.
f. Keingintahuan terhadap hal-hal persetubuhan dalam arti negatif.

Langkah ke empat. Bebaskan diri dari kepahitan (Ibr 12:15)
Bukti dari kepahitan adalah :
a. Perkataan yang mencela dan tajam.
b. Ketidakmampuan percaya kepada yang lain.
c. Sering sakit-sakitan.
d. Mengasihani diri sendiri.
e. Wajah yang sedih.

 (Sumber : Hikmat Dari Tuhan )
COBAAN
Renungan Kristen Sehari-hari

COBAAN

Perlu diluruskan bahwa cobaan bukanlah berasal dari Allah. Karena Tuhan Allah tidak pernah mencobai umat ciptaanNya, Ia justru sangat mencintai umatnya. Cobaan itu berasal berasal Iblis dan keinginan kita sendiri namun di izinkan oleh Tuhan. Mengapa demikian?

Yakobus 1 ayat 13,14

13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Awalnya manusia [ adam dan hawa ] kudus dan memiliki kemuliaan Allah dan alam maut tidak dapat menguasainya. Dikarenakan godaan Iblis berhasil kepada hawa maka jatuhlah manusia kedalam dosa, dan kehilangan kemuliaan Allah. Kemudian manusia sebelum lahirnya sang Penebus melalui para Nabi berusaha membawa manusia kedalam jalan yang benar namun tidak sempurnya, hingga genaplah waktunya bahwa anak manusia akan dilahirkan ke dunia ini sebagai penebus. Dialah yang akan menebus segala dosa-dosa kita. Dia adalah TERANG DUNIA yang akan membawa jalan kebenaran menuju Allah. Melalui darah Tuhan Yesus maka kita di sucikan, darah perjanjian baru antara manusia dengan Allah. Dengan adanya perjanjian ini maka kita [ manusia memiliki harapan untuk mendapatkan kembali kemuliaan Allah ].
Iblis tahu akan hal ini dan ia terus berusaha membuat kita gagal, dengan menggodai kita. Kenapa di izinkan oleh Tuhan. Sebenarnya dibilang di izinkan juga kurang tepat, menurut saya sebenarnya Tuhan sudah memberikan kepercayaan kepada kita, itulah mengapa manusia ber-akal budi, hati nurani dan roh kudus yang dapat kita gunakan untuk melawan iblis. Namun memang kebanyakan manusia itu tergoda baik oleh bisikan iblis maupun keinginannya sendiri, hawa nafsu, ketamakan, dll. hal ini terjadi karena kurang mengertinya kita terhadap kehendak Tuhan oleh sebab itu manusia lebih mengikuti hal-hal kedagingan/ duniawi dan berfikir bahwa cobaan itu dari Allah dan ya sudah pasrah saja toh tidak melebihi kapasitas individu.
Padahal tidak demikian, coba anda rasakan saat cobaan datang, jika kita bisa sedikit saja mendekatkan diri kepada Tuhan maka sebenarnya Tuhan itu akan memberi jalan keluar. Benar tidak? makanya kadang kita selalu merasa bahwa Tuhan tidak akan mencobai kita melebihi kekuatan kita, ada hikmah dibalik itu dan sebagainya. sebenarnya tidak seperti itu.

Jadi begini :
IBLIS datang mencobai kita [ misal kejatuhan ekonomoi keluarga ] , Tuhan melihatnya kemudian Dia memberikan solusinya [ jikalau ia berhasil melewatinya dgn iklas dan baik maka ia akan berjodoh bertemu dengan si A yang akan membawa dia keluar dari pergumulan ini dan buah ini akan matang dalam waktu 3 tahun jika ia dapat pelihara misalnya ]

maka :

1. kondisi pasrah
manusia yang merasa itu cobaan dari Allah akan pasrah, sabar dan menunggu waktu, tanpa berbuat apa-apa karena yakin Tuhannya nanti akan menyediakan untuknya, namun ternyata tidak kunjung tiba kebangkitan ekonominya. Karena iblis tahu waktu sudah mau 3 tahun maka datanglah iblis untuk menambah kejatuhannya dengan membisikkan bahwa Tuhan Allahmu itu Jahat tidak peduli dll, akhirnya manusia tersebut berbalik benci dengan Tuhan bahkan menyakiti sesama demi mendapatkan kembali kehidupan yang sebelumnya yang kaya raya. [ jika demikian maka siapa yang menang? Iblis bukan. ]
manusia ini dinyatakan gagal bagaimana menurut anda, walaupun setelah mangkir dari Allah ia tetap bisa mendapatkan kembali kekayaannya

2. kondisi tanpa Tuhan
manusia yang berusaha sekeras mungkin karena jika dilihat secara duniawi dirinyalah yang mampu membawa keberhasilan bukan siapa-siapa termasuk Tuhan. Masuk akal namun seharusnya ia ingat bahwa manusia berusaha Tuhan yang memutuskan. Lalu berusaha keraslah ia untuk mengembalikan kejayaannya dengan berbagai cara halal namun semua gagal, lalu datanglah iblis dan menambah godaan kepadanya “ayo coba cara curang, cara yang merugikan orang lain, cara cepat dll” akhirnya dengan cara menipu ia berhasil mengembalikan kekayaannya. Lalu siapakah yang menang? Iblish bukan. Manusia tidak menyadarinya.
manusia ini dinilai gagal bagaimana menurut anda, walaupun ia tidak mengenal Allah ia tetap bisa berhasil mendapatkan kekayaan kembali

3. kondisi bersama Tuhan
Jatuhlah menimpa manusia yang mengerti, ia menganggap ini pekerjaan iblis ataupun karena keserakahannya sendiri. Lalu ia berdoa kepada Tuhan, mohon ampun dan mohon Tuhan yang pimpin, Tuhan yang memberi solusi, dan Tuhan yang menemaninya dalam setiap langkah melalui cobaan ini. Dalam perjalanan menghadapi cobaan ini ia tidak pasrah dan menunggu waktu, ia tetap berusaha. Ia juga akan tetap bersuka cita, ia tetap rajin berdoa, rajin bersyukur. Dengan secara tidak langsung orang lain yang melihat maka akan bertanya dan berfikir kok bisa ya dalam susah masih bisa bersuka cita dan yakin kepada Tuhannya. Ia menjalani dengan sabar, sukacita dan bersyukur. Hal ini menyebabkan Iblis makin kesal dan menambahkan lagi godaan-godaan. Sudah ekonomi jatuh, salah satu anggota keluarga dibuat sakit. atau apa saja yang tentunya segala sesuatu yang membuat kita akhirnya menyerah. Namun iblis tidak dapat berbuat lebih karena Tuhan menjaga orang yang percaya, makanya seakan-akan Tuhan tidak mencobai melebihi kekuatan manusia. Padahal Tuhanlah yang menjaga kita, iblis ingin mencoba kita lebih tapi digagalkan oleh Tuhan. lalu karena orang ini menjalankan dengan tulus dan baik maka suatu saat bertemula ia dengan seseorang. Nah disinilah kebaikan/ ketulusannya dinyatakan. Orang yang dipertemukan bisa saja tidak kelihatan akan membawa dia keluar dari kejatuhan malah bersifat terbalik, orang tersebut yang lebih butuh pertolongan. Jika ia mampu berinteraksi dengan orang tibalah waktu 3 tahun itu dan tiba-tiba orang tersebut bertemu dengan seseorang yang dapat membuat ia kayaraya bahkan berlipat-lipat, sehingga dapat memuliakan Allah.
manusia ini dinilai sukses dan berhak lanjut ke level berikutnya namun akan tetap di goda lagi oleh si IBLIS saat ia berada di puncak misalkan godaan 3T Tahta Wanita dan Harta.

(Sumber : Berkat)
Bukti Sejarah Kebangkitan Kristus
Renungan Kristen Sehari-hari

Bukti Sejarah Kebangkitan Kristus

Pengantar

Jika kebangkitan bukan peristiwa sejarah, maka kuasa kematian tetap tidak dikalahkan; Kematian Kristus menjadi tidak ada artinya, dan umat yang percaya kepada-Nya tetap mati dalam dosa; Keadaannya akan tidak berbeda dengan sebelum mendengar nama-Nya.

Apakah kebangkitan Kristus hanya sekedar ajaran saja?
Apakah kebangkitan Kristus hanya legenda saja?
Ataukah kebangkitan Kristus benar-benar terjadi dalam sejarah?


Penjelasan

Kebangkitan Kristus merupakan suatu peristiwa yang terjadi di dalam dimensi ruang dan waktu sejarah manusia. Kebangkitan Kristus adalah peristiwa dalam sejarah, dimana Tuhan bekerja di dalam waktu dan ruang tertentu.

Makna kebangkitan berhubungan dengan pembicaraan teologi, tetapi fakta kebangkitan berhubungan dengan pembicaraan sejarah. Fakta bahwa tubuh Yesus tidak berada lagi dalam kubur adalah pembicaraan yang bisa ditentukan dengan bukti sejarah.

Lokasi geografik dari kubur Yesus adalah lokasi yang dapat ditentukan. Orang yang mempunyai kubur Yesus adalah orang yang benar-benar hidup pada paruh pertama abad pertama. Kubur yang dibuat dari batu ini berada di perbukitan dekat Yerusalem. Ini bukan sekedar kepercayaan, tetapi adalah benar-benar lokasi geografis yang dapat ditentukan letaknya. Sanhedrin adalah tempat dimana orang-orang sering berkumpul di Yerusalem. Banyak tulisan yang mencatat bahwa Yesus adalah orang yang benar-benar hidup, tinggal di antara manusia, tinggal dalam masyarakat, tanpa memandang bagaimana tulisan-tulisan itu menganggap siapa Yesus. Banyak tulisan juga mencatat bahwa murid-murid yang memberitakan Tuhan yang bangkit adalah juga tinggal di dalam masyarakat, makan, minum, tidur, menderita, bekerja dan mati. Apakah ini pembicaraan ajaran? Tidak, ini adalah pembicaraan sejarah.

Ignatius yang berasal dari Syria, bishop dari Antiokhia, murid Rasul Yohanes, yang hidup antara tahun 50-115 M, dalam perjalanannya dihukum mati sebagai martir dengan diadu dengan binatang buas, menulis tentang Kristus:

"Dia disalibkan dan mati di bawah pemerintahan Pontius Pilatus. Dia benar-benar disalibkan dan mati di hadapan penghuni sorga, penghuni bumi dan bawah bumi.

Dia juga bangkit pada hari ketiga...

Pada hari persiapan Paskah, pada jam 3 (pukul 9 pagi), Dia menerima hukuman mati dari Pilatus; Bapa mengijinkan hal itu terjadi.
Pada jam 6 (pukul 12 siang), Dia disalib. Pada jam 9 (pukul 15 siang), Dia menyerahkan nyawa-Nya, dan sebelum matahari terbenam, Dia dikuburkan.

Selama hari Sabat, Dia terus di dalam bumi pada kubur di mana Yusuf dari Arimatea membaringkan-Nya.

Dia berada dalam rahim, seperti halnya kita, dan setelah periode waktu yang umum, Dia benar-benar lahir, dan seperti halnya kita, Ia benar-benar disusui, dan mengambil bagian dalam makan dan minum seperti halnya kita. Ketika Ia hidup di antara orang-orang selama 30 tahun, Dia benar-benar dibaptis oleh Yohanes. Ketika Dia mengajar Injil selama 3 tahun dan mengadakan tanda-tanda dan mujizat, Dia yang adalah Hakim dihakimi oleh orang Yahudi, dianggap bersalah kata mereka, dan oleh pemerintahan gubernur Pontius Pilatus dijadikan momok, pipi-Nya dipukul dan diludahi. Dia memakai mahkota duri dan jubah ungu. Dia dihukum: Dia benar-benar disalib, tidak dalam penglihatan, tidak dalam halusinasi. Dia benar-benar mati dan dikuburkan, dan bangkit dari antara orang mati."

Mengenai kematian Kristus, Wilbur Smith menulis: "Secara sederhana kita mengetahui banyak hal-hal detil sebelum dan saat kematian Yesus, lebih banyak dari kematian tokoh-tokoh lain leluhur dunia".

Pada akhir abad pertama, Josephus, seorang sejarahwan Yahudi menulis dalam bukunya Antiquities:

"Pada kira-kira waktu ini, hiduplah Yesus, seorang yang bijaksana, jika memang seseorang seharusnya menyebut dia seorang manusia. Karena ia adalah seseorang yang mengadakan hal-hal yang mengejutkan dan adalah seorang guru bagi orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Ia memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. Ia adalah Sang Kristus. Ketika Pilatus, karena mendengar bahwa ia dikenai tuduhan oleh orang-orang dengan jabatan tertinggi di antara kami, telah menjatuhkan hukuman salib kepadanya, mereka yang dari mulanya sudah mengasihi dia tidak melepaskan kasih sayang mereka kepadanya. Pada hari ketiga ia menampakkan diri kepada mereka dalam keadaan kembali hidup, karena nabi-nabi Tuhan telah menubuatkan hal-hal ini dan tak terhitung banyaknya hal-hal menakjubkan lainnya mengenai dia. Dan suku Kristen, demikian mereka disebutkan menurut namanya, sampai saat ini masih ada."

Injil-injil menjelaskan fakta-fakta yang berhubungan dengan kematian dan kebangkitan Yesus lebih detail dari bagian manapun pelayanan Yesus. Detil dari kebangkitan Yesus harus diterima seperti halnya detil kematian-Nya.

Perjanjian Baru juga menegaskan bahwa: Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan. Murid-murid-Nya menjadi sangat kehilangan semangat dan takut.
Beberapa waktu yang singkat kemudian tiba-tiba semangat mereka bangkit, dan menunjukkan suatu semangat dan keberanian yang sangat tinggi, hingga tahap bersedia mati martir. Jika kita bertanya kepada mereka apa yang menyebabkan perubahan ini, mereka tidak akan menjawab, 'Karena penyaliban, kematian dan penguburan seorang yang pernah hidup', tetapi mereka akan menjawab, 'Karena Tuhan telah bangkit'. Inilah yang menyebabkan orang-orang menjadi percaya.

Murid-murid adalah saksi kebangkitan Yesus Kristus. Catatan sejarahwan Lukas, mencatat dalam Kisah Para Rasul 1:3,
"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah."

Kristus menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya. Penampakan ini terjadi dalam waktu yang dapat ditentukan, kepada banyak orang yang dapat ditentukan, dan dalam tempat yang dapat ditentukan.

Para murid percaya karya penebusan Yesus melalui bukti yang sangat kuat mengenai kebangkitan-Nya dan bukti ini tersedia kepada kita sekarang melalui catatan Perjanjian Baru. Ini penting bagi kita yang hidup di dalam jaman yang meminta bukti untuk mendukung pernyataan Kekristenan mengenai kebangkitan Kristus; untuk menjawab mereka yang meminta bukti sejarah Kebangkitan Kristus.

Kebangkitan Kristus berdasar kepada fakta sejarah, dan merupakan sumber motivasi yang kuat orang mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Ada bukti-bukti yang tidak dapat disanggah mengenai kebangkitan Kristus dalam surat-surat Paulus. Surat-surat yang ditujukan kepada: Galatia, Korintus, dan Roma, adalah surat yang ditulis Rasul Paulus selama dalam perjalanan misi antara tahun 55-58 M. Ini menunjukkan bahwa bukti-bukti kebangkitan Kristus sangat dekat dengan peristiwa itu sendiri, karena Paulus sendiri berbicara secara jelas bahwa materi surat yang ia tulis isinya sama dengan yang ia bicarakan waktu ia bersama-sama dengan mereka.

Kebangkitan Kristus adalah dasar dari pembelaan iman Kristen. Rasul-rasul adalah saksi kebangkitan: "... mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." (Kisah Para Rasul 1:22).

Isi dari pengajaran rasul Paulus saat di Athena adalah: "Yesus dan Kebangkitan" (Kisah Para Rasul 17:18). Khotbah pertama Petrus adalah tentang Kebangkitan: "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi" (Kisah Para Rasul 2:32).

Sebagai fakta sejarah, Kebangkitan Kristus mendorong manusia untuk percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ini bukan sekedar pembicaraan mengenai pengaruh: karakter, contoh dan pengajaran-Nya. Ini mengenai tanggapan manusia terhadap-Nya. Siapa yang percaya kepada kebangkitan-Nya, kemudian mempercayai ketuhanan-Nya, kemudian percaya akan karya penebusan-Nya, kemudian percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, akan memperoleh penebusan dosa dan diselamatkan. Siapa yang menyangkal kebangkitan-Nya, secara langsung menyangkal ketuhanan-Nya dan menolak karya penebusan-Nya, tidak diselamatkan.

Kebangkitan Yesus Kristus adalah fakta sejarah.
Penyaliban Yesus Kristus untuk menanggung dosa manusia adalah fakta sejarah.
Penyaliban Yesus Kristus untuk menanggung dosa Saudara adalah fakta sejarah.

Maukah Saudara menerima fakta sejarah ini?
Maukah Saudara menerima karya penebusan Kristus bagi Saudara?
Maukah Saudara diselamatkan dari hukuman dosa, kemudian menerima hidup kekal?
Maukah Saudara menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Saudara?

Sumber:
Josh McDowell, The New Evidence that Demands a Verdict, Thomas Nelson Publisher.
Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press, PO BOX 238, Batam Center, 29432. F: 021-74709281

(Sumber : Pemuda Kristen)
Apokripa
Renungan Kristen Sehari-hari
Apokripa

Ada perdebatan tentang kitab-kitab mana yang termasuk dalam kanon Perjanjian Lama. Ada yang berpendapat bahwa kitab-kitab Apokripa yang ditulis tahun 250 SM sampai dengan Kristus termasuk kanon Perjanjian Lama.

Katolik Roma berpendapat bahwa kitab-kitab yang termasuk dalam kanon Aleksandria harus dimasukkan dalam kanon Perjanjian Lama.
Kristen Protestan berpendapat bahwa hanya kitab-kitab yang yang termasuk dalam kanon Palestina bangsa Yahudi yang diwahyukan.

Kitab-kitab yang diperdebatkan adalah:
1. Esdras (III Esdras)
2. II Esdras (IV Esdras)
3. Tobit
4. Yudit
5. Tambahan kitab Ester (Ester 10:4 - 16:24)
6. Hikmast Salomo
7. Sirak
8. Baruk dan surat Yeremia (Baruk)
9. Doa Azaria dan Nyanyian tiga orang muda (Daniel 3:24-90)
10. Susanna (Daniel 13)
11. Bel dan Dragon (Daniel 14)
12.Doa Manase
13. I Makabe
14. II Makabe

Alasan-alasan penerimaan kitab-kitab Apokripa:
1. Perjanjian Baru mengutip langsung buku Henok (Yudas 14) dan menyinggung II Makabe (Ibrani 11:35)
2. Beberapa kitab apokripa ditemukan dalam komunitas Yahudi abad pertama di Qumran
3. Beberapa Bapa Gereja awal yaitu Origen (185-253M), Atanasius (293-273M), dan Cyril di Yerusalem (315-386M) mengutip dari beberapa kitab Apokripa.
4. Beberapa manuskrip Yunani awal seperti Kodex Vatikanus (325 M) dan Kodex Sinaitikus (350M) mengandung apokripa
5. Agustinus menerima semua kitab-kitab apokripa yang diumumkan oleh Trent (1546)
6. Beberapa Sinode awal seperti Sinode Paus Damaskus (382 M),Sinode Hippo, dan 3 sinode di Kartage (393,297,419) menerima apokripa
7. Beberapa bishop dan dewan? di antara abad ke 9 dan 15 mencamtumkan kitab-kitab apokripa sebagai kitab yang diwahyukan.
8. Konsili Trent menyatakan kitab-kitab apokripa sebagai bagian kanon kitab suci.

Meski banyak yang mendukung kitab-kitab aprokripa, namun argument di atas ditolak dengan mempertimbangkan:
1. Tidak ada kitab-kitab apokripa yang dikutip sebagai Firman Tuhan oleh Perjanjian Baru. Perjanjian Baru juga menyinggung dan mengutip puisi dari kitab milik bangsa yang tidak percaya Allah Yahweh.
2. Komunitas Qumran bukan suara resmi bangsa Yahudi
3. Banyak Bapa Gereja awal termasuk Origen, Cyril dari Yerusalem, Atanasius. dan Bapa-Bapa gereja penting sebelum Agustinus dengan jelas menolak Apokripa. Mereka mengutip bukan sebagai kitab yang diwahyukan.
4. Penerimaan Agustinus terhadap Apokripa ditolak oleh Yerome, yang merupakan sarjana Alkitab terbesar saat itu
5. Tidak ada sinode atau kanon yang mencantumkan kitab-kitab apokripa dalam 4 abad pertama gereja.
6. Saat reformasi (1517) beberapa sarjana Katolik Roma termasuk Kardinal Cajetan yang bertolak belakang dengan Luther tidak menerima kitab-kitab Apokripa sebagai bagian Perjanjian Lama.
7. Ketidakseragaman pemakaian kitab-kitab apokripa tahun demi tahun.
8. Trent tidak konsisten karena hanya menerima 11 dari 14 kitab apokripa. Mereka menolak Doa Manasse, 1 Esdras (3 Edras), dan 2 Esdras (4 Esdras) yang mengandung ayat-ayat yang kuat menentang doa untuk orang mati dan menerima buku-buku yang mendukung doa untuk orang mati (1 Makabe 12:45(46))

Ada pertanyaan yang harus dipertimbangkan, buku-buka mana yang termasuk dalam Perjanjian Lama di mana Yesus menyatakannya sebagai Firman Allah yang berotoritas dan tidak dapat dibatalkan?
Jawabannya: tidak lebih dan tidak kurang daripada 24 (39) buku dalam Perjanjian Lama bangsa Yahudi, di mana Kristus mengakuinya.

a. Kitab suci Yahudi pada zaman Yesus
Sumber yang layak dipercaya untuk menentukan kanon Perjanjian Lama bangsa Yahudi adalah sejarahwan Yosepus.

Yosepus mencantumkan 22 buku,
"5 buku Musa,
nabi-nabi setelah Musa ... dalam 13 buku,
4 buku sisanya berisi hymn kepada Tuhan dan aturan-aturan dalam kehidupan manusia". Ruth dijadikan satu dengan Hakim-hakim, Ratapan dijadikan satu dengan Yeremia.
Kanon ini sama dengan yang dipunyai Protestan yang berjumlah 39 buku, karena dalam dalam kanon Yosepus ini:
1 Samuel dan 2 Samuel dijadikan 1 buku,
1 Raja-raja dan 2 Raja-raja dijadikan 1 buku,
1 Tawarikh dan 2 Tawarikh dijadikan 1 buku,
Ezra dan Nehemia dijadikan 1 buku,
12 nabi-nabi kecil dijadikan 1 buku,
Ruth dijadikan satu dengan Hakim-hakim,
Ratapan dijadikan satu dengan Yeremia.

Yosefus menyatakan ke 22 kitab (39 kitab PL Protestan) sebagai lengkap dan final, dapat dibaca jelas dalam pernyataannnya bahwa suksesi nabi-nabi Yahudi berakhir pada abad 4 SM. Dan juga Talmud mengajarkan, "Setelah nabi Hagai, Zakaria, dan Maleaki, Roh Kudus pegi dari Israel'.

b. Kanon Perjanjian Lama dari Yesus dan para rasul
Yesus dan para rasul menerima secara tegas kanon yang berisi 22 atau 24 atau 39 buku Perjanjian lama Protestan. Ini dibuktikan dengan tidak ada satu buku apokripa yang yang pernah dikutip sebagai 'Kitab Suci' baik oleh Yesus maupun para rasul, meskipun mereka memilikinya dan kadang menyinggungnya. Fakta bahwa Yesus dam para rasul pernah mengutip 18 kitab dari 22 (24) kitab Perjanjian Lama Yahudi menunjukkan penolakan Yesus dan para rasul terhadap kita apokripa.

Kesimpulan
Dengan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa kitab-kitab Apokripa tidak termasuk dalam kanon, dan harus ditolak sebagai Firman Tuhan. Tetapi meskipun demikian kitab-kitab itu punya andil di mana kita bisa belajar banyak hal mengenai sejarah dan situasi masayarakat saat itu.

Sumber :
Geisler, Norman L. Christian Apologetics. Baker Book House, Grand Rapids, Michigan 49516

(Sumber : Pemuda Kristen)
Arti Kristen Bagi Aku
Renungan Kristen Sehari-hari

Berbicara Tanpa Perasaan Takut


Arti kristen bagi aku adalah kemampuan berbicara.
Kemampuan berbicara yang dimaksud adalah kemampuan terbebas dari suara-suara iblis.
Artinya kita berbicara berdasarkan firman Tuhan.

Alkitab banyak mengajarkan kita untuk berbicara berdasarkan firman.
Beberapa ayat Favorit saya :
Mazmur 118:6
118:6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

2 Timotius 1:7
1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Coba renungankan dan perkatakan setiap firman diatas di depan kaca.
Maka kamu akan mendapat keberanian di dalam melakukan Firman Tuhan.