mengusir setan dengan kuasa Roh TUHAN
Renungan Kristen Sehari-hari


YESUS berkata (Mat.12:28): "Tetapi jika Aku
mengusir setan dengan
kuasa Roh TUHAN
maka sesunguhnya kerajaan sorga sudah datang kepadamu."
----
Sudahkah kuasa Iblis (yang senantiasa merangsang anda melakukan hal-hal yang mendukakan hati Tuhan) diusir dari diri anda? Kalau belum, jangan heran jika saat ini anda belum memasuki Kerajaan Sorga yang ada di dunia ini! Jangan heran jika anda belum hidup dalam damai-sejahtera serta kelimpahan, sesuai janji Yesus. Lebih sulit lagi nantinya untuk masuk ke dalam Sorga!
Yesus berkata [Luk.13:16]: "Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari dari ikatannya itu......?
Yesus tidak berada di dunia lagi. Lalu, siapa yang harus melepaskan saudara-saudara kita yang saat ini masih diikat Iblis? ANDA dan SAYA! Bukankah Yesus sudah memberi kuasa-mengusir-setan kepada anda dan saya, orang-orang percaya [Mrk.16:17;Yoh.1:12]?
Nah, apa lagi yang anda tunggu? Mulai saat ini juga lakukanlah hal-hal yang menyukakan hati Tuhan Yesus, Juruselamat kita!
PRAKATA -----------
Saudara pembaca yang dikasihi Tuhan Yesus,
Buku ini ditulis dengan dua tujuan. Tujuan yang pertama adalah untuk memenuhi pesan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya (termasuk anda dan saya) dalam Luk.22:32b : "Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu".
Penulis belum menjadi orang-kudus, bukan orang yang hebat, hanya sekedar 'orang-insaf', yang menginsyafi mulianya karya Tuhan Yesus membebaskan kita dari jerat Iblis, dan menginsyafi betapa pentingnya kita memperkuat orang lain. Salah satu usaha memperkuat orang lain adalah dengan menulis buku ini, agar semakin banyak yang menjadi 'orang-insaf' dan bersedia memperkuat saudara yang lain, berdoa-syafaat bagi mereka. Bahkan melepaskan mereka!
Tujuan yang kedua dari penulisan buku ini adalah untuk digunakan sebagai Penuntun-dasar Pelajaran tentang 'Kuasa-Kegelapan' dalam Kursus Alkitab, serta berbagai tuntunan ringkas bagi 'orang-insaf' yang bersedia melakukan pelayanan-pelepasan!
Penulis menyadari bahwa buku ini mengandung banyak kelemahan, teristimewa pada bagian-bagian yang dituliskan yang berdasarkan pengalaman. Itulah sebabnya, diktat ini siap untuk beroleh kritik dan saran-perbaikan oleh para pembaca, yang memiliki pengalaman dan kesan yang berbeda selama melayani Tuhan Yesus. Sampaikanlah saran/kritik anda kepada alamat:
P. Situmorang, Jl. Kernolong Dalam 24, Jakarta Pusat - 10430 (tilpon 3909607)
Buku ini, diselesaikan pada awal 1998, adalah edisi ke-4, sudah tiga kali mengalami perbaikan dan perluasan. Sebagai contoh, perihal 'Perjanjian-Warisan dari leluhur' tidak terdapat dalam edisi sebelumnya. (Edisi-1 terdiri dari 12 halaman, edisi-2 memiliki 36 halaman dan edisi-3: 96 halaman).
Penulisan buku ini dilakukan dengan semangat Matius 10:8b. Anda bebas memperbanyaknya bagi keperluan pelayanan anda, tentunya setelah berdoa, mohon izin dari Tuhan Yesus!
Berkat dari Tuhan Yesus menyertai saudara sekalian. Amin.
---o0o---

DAFTAR ISI --------------
BAGIAN-I: ANDA DAN PEPERANGAN ROHANI!
  1. PEPERANGAN ROHANI MENURUT ALKITAB
  2. ANDA MUTLAK TERLIBAT DALAM PERANG ROHANI
  3. MUSUH KITA: SI "ULAR" TUA
  4. STRATEGI MUSUH
  5. TAKTIK DAN TEKNIK PEPERANGAN IBLIS
  6. JALUR PENYUSUPAN LAWAN
  7. AKIBAT KEKALAHAN ANDA
  8. PEPERANGAN YESUS MELAWAN IBLIS
  9. AGAR MENANG PERANG
BAGIAN-II: ".....PERKUATLAH SAUDARA-SAUDARAMU!"
  1. PENDAHULUAN
  2. APAKAH TEMAN ANDA TERLIBAT KUASA GELAP?
  3. MAUKAH DIA DIBEBASKAN?
  4. BERBAGAI TEKNIK MENANGANI PASIEN KESURUPAN
  5. SIKAP BERTINDAK DALAM PELAYANAN PELEPASAN
  6. BILA TEMAN ANDA ENGGAN DIBEBASKAN
PENUTUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN
  1. Ayat-ayat Tentang Kuasa Gelap
  2. Bentuk-bentuk Kuasa Gelap/Berhala
  3. Berbagai Acara Kuasa Gelap Khas Bangsa Batak
Baca buku selengkapnya di link dibawah ini

 (Sumber : Mengusir Setan)
Ketaatan & Hati Yang Murni Adalah Kunci Hidup Berkenan Kepada Tuhan
Renungan Kristen Sehari-hari

Ketaatan & Hati Yang Murni Adalah Kunci Hidup Berkenan Kepada Tuhan


Ada banyak orang yang semula telah memulai dengan baik, tetapi pada garis akhir hidupnya malah berakhir dengan tragis. Seperti dikatakan dalam Gal.3:3 : “Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?” Fenomena inilah yang terjadi juga dalam kehidupan banyak orang Kristen zaman terakhir, dan fenomena ini yang terjadi dalam kehidupan Saul, raja Israel pertama. Sekalipun Saul sudah dipilih Tuhan, sudah diurapi Roh Kudus, sudah dipakai Tuhan tetapi tidak berarti Saul bebas dari kemungkinan jatuh di dalam dosa. Dan Tuhan ingatkan bahwa memang banyak yang dipakai Tuhan tetapi tidak berati semuanya layak di hadapan Tuhan dan berkenan kepada Tuhan. Karena itu dalam Mat.7:20 Tuhan Yesus mengatakan:  “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Lalu d ayat 21-23 Tuhan Yesus berkata :
21 Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan,Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKU yang di sorga.
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan,Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripadaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Mari kita belajar dari pengalaman Saul, mengapa Saul bisa gagal mencapai garis akhir hidupnya dengan bijaksana, bahkan dalam 1 Sam.15 dikatakan bahwa Saul ditolak Tuhan dan Tuhan menyesal telah menjadikan Saul sebagai raja atas Israel.
Dari pemahaman firman Tuhan ini, kita bisa menyimpulkan bahwa ternyata yang paling penting dan terutama di hadapan Tuhan adalah Ketaatan dan Hati yang murni di hadapan Tuhan. Di sini kita juga belajar bahwa memang pilihan dan keputusan Tuhan itu ya dan amin dan tidak pernah salah. Ada banyak orang yang sudah dipakai Tuhan secara luar biasa tetapi karena hati dan karakternya dan kurangnya penguasaan diri, akhirnya seperti Saul jatuh dalam dosa.
Dan yang lebih mengerikan lagi, akibat dosa kesalahan Saul ini ditimpakan kepada seisi keluarganya ( istri dan ketiga anak Saul juga mati akibat murka Tuhan karena kesalahan Saul. 1 Taw.10:1-14 Saul sendiri mati mengenaskan, bunuh diri di atas pedangnya sendiri ). Tetapi sebaliknya, kasih Tuhan dan kesabaranNya tidak bersyarat dan tidak terbatas. Ketika Daud yang dipilih Tuhan menggantikan Saul dan yang juga dipakai Tuhan luar biasa lalu jatuh dalam dosa perzinahan dan pembunuhan, tetapi sikap hati Daud yang takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan sungguh-sungguh, dan mau berbalik dari jalannya yang jahat membuat Daud tetap layak dan berkenan kepada Tuhan.
Ada 3 hal utama yang merupakan kesalahan atau kelemahan Saul dan menyebabkan akhir hidupnya menjadi tidak berkenan kepada Tuhan.
Pertama, dalam 1 Sam.13:8-14 Saul jatuh karena ketidaktaatannya saat orang Filistin datang. Di mana Saul memberanikan diri mempersembahkan korban bakaran. Padahal yang berhak mempersembahkan korban bakaran adalah Samuel sebagai nabiNya Tuhan. Dalam 1 Sam.13:13 dikatakan bahwa Saul tidak mengikuti perintah Tuhan.
Kedua, dalam 1 Sam.15:1-35 Saul membijaksanai firman Tuhan. Ketika firman Tuhan memerintahkan Saul untuk menumpas segala yang ada pada orang Amalek tanpa ada belas kasihan. Tetapi dalam pelaksanaannya, setelah Saul mengalahkan orang Amalek dan segenap rakyat Amalek ditumpasnya, Agag raja orang Amalek malah ditangkap hidup-hidup. Dan kambing,domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, tidak ditumpasnya. Mereka hanya menumpas segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk. Lalu ketika Samuel menegur Saul (ayat 13-15), Saul malah merasa tidak  bersalah dan berdalih bahkan melakukan yang jahat. Saul berusaha mencari pembenaran dirinya sendir.
Ketiga, dalam 1 Sam.28:5-18 dan 1 Taw.10:13-14 Saul mati karenaketidaksetiaannya kepada Tuhan, oleh karena ia tidak berpegang pada firman Tuhan, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah dan tidak meminta petunjuk Tuhan.
Belajar dari pengalaman Saul di atas, maka kita diingatkan betapa Tuhan menghendaki ketaatan, kesetiaan dan sikap hati yang takut akan Tuhan.
Dalam 1 Sam.15:22-23 melalui nabi Samuel Tuhan berfirman :
22 …” Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan.
Bagi Tuhan mendengarkan firman Tuhan adalah lebih baik daripada mempersembahkan korban sembelihan. Bahkan dalam Pkh.4:17 dikatakan bahwa ketidaktaatan dan sikap hati yang tidak mau mendengarkan firman Tuhan adalah perbuatan yang bodoh dan jahat di mata Tuhan.
Dan ketiga hal ini ( ketaatan, kesetiaan dan sikap hati yang takut akan Tuhan ) baru bisa dilakukan kalau kita memiliki hati yang murni di hadapan Tuhan. Hati yang murni adalah sikap hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Dan orang yang mengasihi Tuhan adalah orang yang taat melakukan segala perintah Tuhan (Yoh.14:15). Jadi ketaatan yang Tuhan kehendaki adalah ketaatan yang didasari pada kesadaran hati nurani karena sungguh mengasihi Tuhan, bukan taat karena takut pada manusia atau peraturan yang dibuat manusia.
Ketaatan yang sesungguhnya terjadi karena takut akan Tuhan. Tuhan mau supaya kita taat sampai mati, bukan seperti Saul yang justru mati karena ketidaktaatannya.
Sedangkan kesetiaan dalam konteks firman ini meliputi 5 hal penting dalam kehidupan kita :
  1. Setia dalam melakukan kehendak Bapa di sorga dan menyelesaikan pekerjaanNya.
  2. Setia dalam mempertahankan hidupnya di dalam Kristus
  3. Setia melayani
  4. Setia dalam menanggung penderitaan bersama Kristus
  5. Setia dalam perkara kecil.
Karena itu sebagai orang yang dipilih Tuhan di zaman akhir ini seyogyanya kita meresponi kasih dan kebaikan Tuhan dengan cara memberikan diri kita sepenuhnya untuk dipulihkan Roh Kudus dan berusaha agar hidup kita senantiasa taat, setia dan takut akan Tuhan, supaya kita benar-benar layak di hadapan Tuhan dan berkenan di hadapan Tuhan bahkan sempurna (Rm.12:1-2) (Sumber : Media Pemulihan )
GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT- PEMBAWA SENJATA TUHAN
Renungan Kristen Sehari-hari


MENGAPA GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT- PEMBAWA SENJATA TUHAN

up 
Tuhan mengangkat suatu angkatan perang suatu pendoa
syafaat yang baru yang akan mendukung Gembala dan para
pemimpin yang lainnya.

Pendoa Syafaat : seorang pengawas Rohani dari Gereja,
Kota dan Bangsa.

• Didalam doa yang efektif, kesungguhan maka pendoa syafaat harus mengetahui lingkup dan pentingnya dari tugas di depan mereka.

• Pendoa syafaat tidak hanya berjaga atas sakit penyakit, emosional dan rohani gembala, tetapi dengan doa bisa mencegah hal tersebut.

• Allah sedang mendirikan kemitraan strategi antara pemimpin dan pendoa syafaat untuk pelayanan di hari-hari mendatang.

MENGAPA GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT ?

A. GEMBALA diserang habis-habisan.

B. Wabah jatuhnya para gembala :
2. alasan utama:
‘ BURNOUT kegembalaan’ = terbakar habis / lelah sekali/ kehabisan tenaga. Hal ini bisa mengakibatkan keluar dari penggembalaan.
Dalam kurun waktu 20 terakhir ini para gembala di serang habis-habisan. Dengan cara Frustasi melalui perasaan kekurangan, kemunafikan, rasa bersalah, dan rendah diri. Sampai di satu tingkatan dimana penjualan asuransi kelihatannya menjadi lebih menarik di dalam mencari uang. Immoralitas.

C. Kecerobohan kegembalaan.
Memenangkan pertempuran Burnout, musuh mengetahui bahwa gembala diserang habis-habisan, dan menyerang titik paling lemah mereka. Dengan menggunakan senjata kita bisa mengalahkan hal tersebut.

D. Gembala butuh pendoa syafaat
Para pemimpin Kristen membutuhkan pendoa syafaat.

Alasan para gembala dan para pemimpin Kristen memerlukan pendoa syafaat lebih dari anggota biasa dalam Tubuh Kristus.

1. Gembala mempunyai tanggung jawab dan bertanggungjawab lebih. Yakobus 3 : 1 “saudara-saudaraku janganlah banyak orang diantara kamu mau menjadi guru, sebab kita tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat”.

2. Gembala adalah sasaran yang lebih dari godaan / pencobaan

3. Gembala lebih ditargetkan oleh peperangan rohani.

4. Gembala mempunyai pengaruh lebih, atas orang lain.

5. Gembala mempunyai penglihatan/ Visi lebih.

PEMBAWA SENJATA TUHAN
I. PEWAHYUAN TENTANG PEMBAWA SENJATA
Apakah yang dilakukan seorang pembawa senjata ? 1 Sam 16:21 katakan bahwa ia adalah seorang yang bertanggung jawab membawa perisai tuannya ke medan pertempuran. Dia punya tanggung-jawab yang luar biasa besar terhadap keselamatan tuannya.
1) Roh dari Pembawa Senjata
Materi ini bertujuan memberikan pewahyuan tentang roh pembawa senjata dalam kaitannya bagaimana kita berhubungan dengan pria atau wanitanya Tuhan satu dengan yang lain di dalam hidup kita.
2) Kebutuhan Pembawa Senjata
Pertanyaan besar kepada setiap hamba Tuhan yang memimpin sebuah pelayanan, bila mereka tidak lagi dalam pelayanan mereka akan kemana selanjutnya pelayanan tersebut berjalan? Banyak yang merasa akan berakhir hancur. Yesus menjadi contoh dengan melahirkan 12 murid sampai hari ini pelayananNya semakin besar. Itu karena ada pembawa senjata- pembawa senjata yang berdiri di sampingnya.

3) Arti Pembawa Senjata
Dalam bahasa Ibrani kata Pembawa Senjata berasal dari dua kata yaitu nasa atau nacah (naw-sawa) yang artinya mengangkat. Kata yang kedua adalah keliy (kel-ee’) dari akar kata kalah (kawa-law’) artinya mengakhiri.
Jadi tugas seorang pembawa senjata adalah berdiri di samping pemimpinnya untuk membantunya, mengangkatnya, dan melindunginya dari serangan musuh.

4) Membangun Roh Pembawa Senjata
Roh ini membebaskan kita dari pemberontakan, … Kita tidak akan pernah mencapai posisi dimana kita tidak pernah tunduk terhadap seseorang. Roh Pembawa Senjata adalah Roh Kristus, yaitu hati hamba.

II. PEMBAWA SENJATA DALAM PERJANJIAN LAMA
Contoh yang baik dari kesetiaan seorang pembawa senjata ditunjukkan di Hakim-Hakim 9:45-55 (tentang kematian Abimelech).
Contoh lainnya :

Pembawa Senjata Saul (1 Sam 31:4-6 dan 1 Taw 10:4-5)
Perhatikan bahwa meskipun semua pasukan Saul telah melarikan diri, pembawa senjatanya tetap berada di sisi Saul.

Pembawa Senjata Jonathan (1 Sam 14:1-23)
Perhatikan ayat ke-7 bagaimana kepatuhan dan kerendahan hati seorang pembawa senjata.




Daud Sebagai Pembawa Senjata (1 Sam 16:14-23)
Perhatikan gamabaran yang diberikan tentang Daud sebagai pembawa senjata, yaitu :
- pandai bermain musik/kecapi.
- pahlawan yang gagah perkasa.
- seorang prajurit.
- pandai berbicara.
- elok perawakannya.
- Tuhan menyertai dia.
Meski selanjutnya kita ketahui bahwa Saul sangat membenci Daud, Daud tidak pernah membalas ‘orang yang diurapi Tuhan’ (1 Sam 26:9). Hasilnya adalah promosi yang luar biasa dan penghormatan terhadap Daud.

III. PEMBAWA SENJATA DI PERJANJIAN BARU
Pelayanan Membawa Senjata
Tuhan membangun suatu perintah yang menurut prioritasnya sebagi berikut :
1. Hubungan dengan Tuhan.
2. Hubungan dengan pasangan.
3. Hubungan dengan anak.
4. Pekerjaan.

Berbeda dengan Perjanjian Lama dimana prioritas tugas sebagai pembawa senjata adalah nomor 1, sedang di Perjanjian Baru prioritas no 4.Tetapi sikap hati tetap sama.




Pembawa Senjata Yang Setia
Pembawa Senjata seringkali mengalami hal tidak mengenakkan bahkan dari pemimpinnya sendiri. Seringkali tergoda untuk lompat ke posisi lain yang lebih menggiurkan daripada bertahan di posisi sekarang sebagai pembawa senjata pemimpin. Tetapi seperti Yesus yang datang ke dunia untuk MELAKUKAN KEHENDAK BAPA, maka Dia meminta kita melakukan hal yang sama. Seorang pembawa senjata bukan harus selalu menjadi sahabat terdekat pemimpinnya. Tujuannya bukan untuk selalu dekat dengan pemimpin, tetapi dekat dengan Tuhan Yesus dan mengerjakan peperangan rohani.

Pelayanan Pembawa Senjata
Di Perjanjian Baru pelayanan seorang pembawa senjata bukan lagi berperang melawan Filistin tetapi penguasa di udara (Ef 6:12). Seorang pembawa senjata bukanlah orang kedua setelah pemimpin (berdiri di belakang pemimpin), 1 Kor 12:23 katakan bahwa bagian tubuh paling lemah sekalipun harus diberi penghormatan khusus. Dengan berdiri di samping pemimpin anda, maka pemimpin anda akan menjadi jauh lebih kuat daripada seorang diri.

Tugas Pembawa Senjata
Pelayanan membawa senjata adalah doa, penjagaan, dan bersyafaat. Jadi berdasarkan Perjanjian Baru tugas seorang pembawa senjata adalah :
1. Bekerja keras supaya prioritas Illahi ada pada jalurnya.
2. Menahan diri dari mencari-cari kelemahan pemimpinnya.
3. Tetap selalu rendah hati, dengan takut dan gemetar, dalam ketulusan hati, melakukan yang menyenangkan Kristus, “bukan menyenangkan orang lain”.
4. Melayani pemimpin dengan baik, tidak mengharapkan penghargaan, tetapi percaya bahwa Yesus sendiri yang akan memberi penghargaan untuk setiap usaha dan kesetiaannya.
5. Melengkapi pemimpinnya dalam pertempuran.
6. Melayani dengan kekuatannya untuk pemimpinnya secara rohani.
7. Membantu pemimpinnya berdiri melawan godaan si jahat.
8. Tahu bagaimana caranya menghadapi kekuatan rohani.

Beberapa ayat referensi tentang sikap dan karakter pembawa senjata Perjanjian Baru : Mat 18:1-4, Yoh 15:13, Ef 5:5-6, Fil 2:3-9, 1 Tes 5:12-13, 1 Pet 5:5 ; 2:20.

IV. TERIAKAN DARI PARA PEMIMPINNYA TUHAN
“Tuhan kirimkan aku Yosua !”
Yosua 1:1, disebutkan bahwa Yosua adalah abdinya Musa. Banyak pemimpin membutuhkan generasi pengganti seperti Yosua. Apa hal mendasar yang harus dilakukan untuk mencari Yosua?
1. Berdoalah supaya Tuhan kirimkan orang-orang yang ditunjukNya secara Illahi datang kepada anda.
Ini selalu menjadi prioritas nomor satu. Minta supaya Tuhan kirimkan orang-orang berkualitas untuk memajukan visi anda.
2. Miliki kemauan untuk menginvestasikan hidup anda kepada orang-orang yang sudah membantu anda.
Tuhan memanggil anda menjadi pemimpin bukan untuk mengambil alih kendali atas hidup mereka, tetapi menjadi teladan bagi mereka.
3. Delegasikan otoritas
Pemimpin harus menyediakan kesempatan bagi stafnya untuk membangun, melayani, dan melepaskan kreativitas mereka yang tersembunyi, terutama bagi mereka pembawa senjata yang melayani dengan kesetiaan dan memberkati anda dan menolong anda dalam pelayanan.

V. BAGAIMANA MEMBANGUN ROH PEMBAWA SENJATA?
Langkah – Langkah :
Langkah pertama. Bebaskan diri anda terhadap kesombongan (Yak 4:6).
Bukti kesombongan adalah :
a. Roh yang independen ( menolak untuk mengandalkan Tuhan atau orang lain untuk pertolongan).
b. Gagal mengakui kesalahan.
c. Kurangnya roh pengajaran.
d. Sikap yang memberontak terhadap otoritas yang ada.
e. Wajah yang sombong.
f. Percakapan yang selalu berpusat pada diri sendiri.
g. Tidak toleransi bila yang lain melakukan kesalahan.
h. Sikap yang selalu memerintah.
Langkah kedua. Bebaskan diri anda dari kemarahan (Ams 16:32)
Bukti kemarahan adalah:
a. Watak yang selalu kesal ( usia berapapun).
b. Reaksi marah terhadap ketidakadilan.
c. Menunjukkan frustasi terhadap keadaan yang tidak bisa diubah.
d. Menggerutu, berbisik-bisik, dan mengeluh.
e. Sensitivitas yang berlebihan dan mudah tersinggung.
Langkah ke tiga. Bebaskan diri dari imoralitas/pelanggaran asusila (2 Kor 7:1)
Bukti dari roh kenajisan adalah :
a. Percakapan sensual.
b. Membaca hal-hal yang najis.
c. Sikap yang najis dan tidak normal terhadap lawan jenis.
d. Keinginan mendengarkan musik yang sensual.
e. Berpakaian sensual atau penampilannya.
f. Keingintahuan terhadap hal-hal persetubuhan dalam arti negatif.

Langkah ke empat. Bebaskan diri dari kepahitan (Ibr 12:15)
Bukti dari kepahitan adalah :
a. Perkataan yang mencela dan tajam.
b. Ketidakmampuan percaya kepada yang lain.
c. Sering sakit-sakitan.
d. Mengasihani diri sendiri.
e. Wajah yang sedih.

 (Sumber : Hikmat Dari Tuhan )
Renungan Kristen Indonesia Look

Ayat Renungan

Tahukah kamu yg di ingat Tuhan Yesus pada saat menyerahkan diri-Nya untuk di salib adalah senyumanmu pada saat2 kamu masih kanak-kanak.
Senyuman itulah yg memberikan Tuhan Yesus kekuatan supaya dosa orang2 yang mau bertobat dihapuskan di kayu salib.
Tuhan Yesus jatuh cinta kepada senyuman kita pada masa kanak-kanak.
Markus 10 :14
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Ibrani 12:14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan
Terpujilah Yesus Kristus.


Trigger the handler