GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT- PEMBAWA SENJATA TUHAN
Renungan Kristen Sehari-hari


MENGAPA GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT- PEMBAWA SENJATA TUHAN

up 
Tuhan mengangkat suatu angkatan perang suatu pendoa
syafaat yang baru yang akan mendukung Gembala dan para
pemimpin yang lainnya.

Pendoa Syafaat : seorang pengawas Rohani dari Gereja,
Kota dan Bangsa.

• Didalam doa yang efektif, kesungguhan maka pendoa syafaat harus mengetahui lingkup dan pentingnya dari tugas di depan mereka.

• Pendoa syafaat tidak hanya berjaga atas sakit penyakit, emosional dan rohani gembala, tetapi dengan doa bisa mencegah hal tersebut.

• Allah sedang mendirikan kemitraan strategi antara pemimpin dan pendoa syafaat untuk pelayanan di hari-hari mendatang.

MENGAPA GEMBALA MEMBUTUHKAN PENDOA SYAFAAT ?

A. GEMBALA diserang habis-habisan.

B. Wabah jatuhnya para gembala :
2. alasan utama:
‘ BURNOUT kegembalaan’ = terbakar habis / lelah sekali/ kehabisan tenaga. Hal ini bisa mengakibatkan keluar dari penggembalaan.
Dalam kurun waktu 20 terakhir ini para gembala di serang habis-habisan. Dengan cara Frustasi melalui perasaan kekurangan, kemunafikan, rasa bersalah, dan rendah diri. Sampai di satu tingkatan dimana penjualan asuransi kelihatannya menjadi lebih menarik di dalam mencari uang. Immoralitas.

C. Kecerobohan kegembalaan.
Memenangkan pertempuran Burnout, musuh mengetahui bahwa gembala diserang habis-habisan, dan menyerang titik paling lemah mereka. Dengan menggunakan senjata kita bisa mengalahkan hal tersebut.

D. Gembala butuh pendoa syafaat
Para pemimpin Kristen membutuhkan pendoa syafaat.

Alasan para gembala dan para pemimpin Kristen memerlukan pendoa syafaat lebih dari anggota biasa dalam Tubuh Kristus.

1. Gembala mempunyai tanggung jawab dan bertanggungjawab lebih. Yakobus 3 : 1 “saudara-saudaraku janganlah banyak orang diantara kamu mau menjadi guru, sebab kita tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat”.

2. Gembala adalah sasaran yang lebih dari godaan / pencobaan

3. Gembala lebih ditargetkan oleh peperangan rohani.

4. Gembala mempunyai pengaruh lebih, atas orang lain.

5. Gembala mempunyai penglihatan/ Visi lebih.

PEMBAWA SENJATA TUHAN
I. PEWAHYUAN TENTANG PEMBAWA SENJATA
Apakah yang dilakukan seorang pembawa senjata ? 1 Sam 16:21 katakan bahwa ia adalah seorang yang bertanggung jawab membawa perisai tuannya ke medan pertempuran. Dia punya tanggung-jawab yang luar biasa besar terhadap keselamatan tuannya.
1) Roh dari Pembawa Senjata
Materi ini bertujuan memberikan pewahyuan tentang roh pembawa senjata dalam kaitannya bagaimana kita berhubungan dengan pria atau wanitanya Tuhan satu dengan yang lain di dalam hidup kita.
2) Kebutuhan Pembawa Senjata
Pertanyaan besar kepada setiap hamba Tuhan yang memimpin sebuah pelayanan, bila mereka tidak lagi dalam pelayanan mereka akan kemana selanjutnya pelayanan tersebut berjalan? Banyak yang merasa akan berakhir hancur. Yesus menjadi contoh dengan melahirkan 12 murid sampai hari ini pelayananNya semakin besar. Itu karena ada pembawa senjata- pembawa senjata yang berdiri di sampingnya.

3) Arti Pembawa Senjata
Dalam bahasa Ibrani kata Pembawa Senjata berasal dari dua kata yaitu nasa atau nacah (naw-sawa) yang artinya mengangkat. Kata yang kedua adalah keliy (kel-ee’) dari akar kata kalah (kawa-law’) artinya mengakhiri.
Jadi tugas seorang pembawa senjata adalah berdiri di samping pemimpinnya untuk membantunya, mengangkatnya, dan melindunginya dari serangan musuh.

4) Membangun Roh Pembawa Senjata
Roh ini membebaskan kita dari pemberontakan, … Kita tidak akan pernah mencapai posisi dimana kita tidak pernah tunduk terhadap seseorang. Roh Pembawa Senjata adalah Roh Kristus, yaitu hati hamba.

II. PEMBAWA SENJATA DALAM PERJANJIAN LAMA
Contoh yang baik dari kesetiaan seorang pembawa senjata ditunjukkan di Hakim-Hakim 9:45-55 (tentang kematian Abimelech).
Contoh lainnya :

Pembawa Senjata Saul (1 Sam 31:4-6 dan 1 Taw 10:4-5)
Perhatikan bahwa meskipun semua pasukan Saul telah melarikan diri, pembawa senjatanya tetap berada di sisi Saul.

Pembawa Senjata Jonathan (1 Sam 14:1-23)
Perhatikan ayat ke-7 bagaimana kepatuhan dan kerendahan hati seorang pembawa senjata.




Daud Sebagai Pembawa Senjata (1 Sam 16:14-23)
Perhatikan gamabaran yang diberikan tentang Daud sebagai pembawa senjata, yaitu :
- pandai bermain musik/kecapi.
- pahlawan yang gagah perkasa.
- seorang prajurit.
- pandai berbicara.
- elok perawakannya.
- Tuhan menyertai dia.
Meski selanjutnya kita ketahui bahwa Saul sangat membenci Daud, Daud tidak pernah membalas ‘orang yang diurapi Tuhan’ (1 Sam 26:9). Hasilnya adalah promosi yang luar biasa dan penghormatan terhadap Daud.

III. PEMBAWA SENJATA DI PERJANJIAN BARU
Pelayanan Membawa Senjata
Tuhan membangun suatu perintah yang menurut prioritasnya sebagi berikut :
1. Hubungan dengan Tuhan.
2. Hubungan dengan pasangan.
3. Hubungan dengan anak.
4. Pekerjaan.

Berbeda dengan Perjanjian Lama dimana prioritas tugas sebagai pembawa senjata adalah nomor 1, sedang di Perjanjian Baru prioritas no 4.Tetapi sikap hati tetap sama.




Pembawa Senjata Yang Setia
Pembawa Senjata seringkali mengalami hal tidak mengenakkan bahkan dari pemimpinnya sendiri. Seringkali tergoda untuk lompat ke posisi lain yang lebih menggiurkan daripada bertahan di posisi sekarang sebagai pembawa senjata pemimpin. Tetapi seperti Yesus yang datang ke dunia untuk MELAKUKAN KEHENDAK BAPA, maka Dia meminta kita melakukan hal yang sama. Seorang pembawa senjata bukan harus selalu menjadi sahabat terdekat pemimpinnya. Tujuannya bukan untuk selalu dekat dengan pemimpin, tetapi dekat dengan Tuhan Yesus dan mengerjakan peperangan rohani.

Pelayanan Pembawa Senjata
Di Perjanjian Baru pelayanan seorang pembawa senjata bukan lagi berperang melawan Filistin tetapi penguasa di udara (Ef 6:12). Seorang pembawa senjata bukanlah orang kedua setelah pemimpin (berdiri di belakang pemimpin), 1 Kor 12:23 katakan bahwa bagian tubuh paling lemah sekalipun harus diberi penghormatan khusus. Dengan berdiri di samping pemimpin anda, maka pemimpin anda akan menjadi jauh lebih kuat daripada seorang diri.

Tugas Pembawa Senjata
Pelayanan membawa senjata adalah doa, penjagaan, dan bersyafaat. Jadi berdasarkan Perjanjian Baru tugas seorang pembawa senjata adalah :
1. Bekerja keras supaya prioritas Illahi ada pada jalurnya.
2. Menahan diri dari mencari-cari kelemahan pemimpinnya.
3. Tetap selalu rendah hati, dengan takut dan gemetar, dalam ketulusan hati, melakukan yang menyenangkan Kristus, “bukan menyenangkan orang lain”.
4. Melayani pemimpin dengan baik, tidak mengharapkan penghargaan, tetapi percaya bahwa Yesus sendiri yang akan memberi penghargaan untuk setiap usaha dan kesetiaannya.
5. Melengkapi pemimpinnya dalam pertempuran.
6. Melayani dengan kekuatannya untuk pemimpinnya secara rohani.
7. Membantu pemimpinnya berdiri melawan godaan si jahat.
8. Tahu bagaimana caranya menghadapi kekuatan rohani.

Beberapa ayat referensi tentang sikap dan karakter pembawa senjata Perjanjian Baru : Mat 18:1-4, Yoh 15:13, Ef 5:5-6, Fil 2:3-9, 1 Tes 5:12-13, 1 Pet 5:5 ; 2:20.

IV. TERIAKAN DARI PARA PEMIMPINNYA TUHAN
“Tuhan kirimkan aku Yosua !”
Yosua 1:1, disebutkan bahwa Yosua adalah abdinya Musa. Banyak pemimpin membutuhkan generasi pengganti seperti Yosua. Apa hal mendasar yang harus dilakukan untuk mencari Yosua?
1. Berdoalah supaya Tuhan kirimkan orang-orang yang ditunjukNya secara Illahi datang kepada anda.
Ini selalu menjadi prioritas nomor satu. Minta supaya Tuhan kirimkan orang-orang berkualitas untuk memajukan visi anda.
2. Miliki kemauan untuk menginvestasikan hidup anda kepada orang-orang yang sudah membantu anda.
Tuhan memanggil anda menjadi pemimpin bukan untuk mengambil alih kendali atas hidup mereka, tetapi menjadi teladan bagi mereka.
3. Delegasikan otoritas
Pemimpin harus menyediakan kesempatan bagi stafnya untuk membangun, melayani, dan melepaskan kreativitas mereka yang tersembunyi, terutama bagi mereka pembawa senjata yang melayani dengan kesetiaan dan memberkati anda dan menolong anda dalam pelayanan.

V. BAGAIMANA MEMBANGUN ROH PEMBAWA SENJATA?
Langkah – Langkah :
Langkah pertama. Bebaskan diri anda terhadap kesombongan (Yak 4:6).
Bukti kesombongan adalah :
a. Roh yang independen ( menolak untuk mengandalkan Tuhan atau orang lain untuk pertolongan).
b. Gagal mengakui kesalahan.
c. Kurangnya roh pengajaran.
d. Sikap yang memberontak terhadap otoritas yang ada.
e. Wajah yang sombong.
f. Percakapan yang selalu berpusat pada diri sendiri.
g. Tidak toleransi bila yang lain melakukan kesalahan.
h. Sikap yang selalu memerintah.
Langkah kedua. Bebaskan diri anda dari kemarahan (Ams 16:32)
Bukti kemarahan adalah:
a. Watak yang selalu kesal ( usia berapapun).
b. Reaksi marah terhadap ketidakadilan.
c. Menunjukkan frustasi terhadap keadaan yang tidak bisa diubah.
d. Menggerutu, berbisik-bisik, dan mengeluh.
e. Sensitivitas yang berlebihan dan mudah tersinggung.
Langkah ke tiga. Bebaskan diri dari imoralitas/pelanggaran asusila (2 Kor 7:1)
Bukti dari roh kenajisan adalah :
a. Percakapan sensual.
b. Membaca hal-hal yang najis.
c. Sikap yang najis dan tidak normal terhadap lawan jenis.
d. Keinginan mendengarkan musik yang sensual.
e. Berpakaian sensual atau penampilannya.
f. Keingintahuan terhadap hal-hal persetubuhan dalam arti negatif.

Langkah ke empat. Bebaskan diri dari kepahitan (Ibr 12:15)
Bukti dari kepahitan adalah :
a. Perkataan yang mencela dan tajam.
b. Ketidakmampuan percaya kepada yang lain.
c. Sering sakit-sakitan.
d. Mengasihani diri sendiri.
e. Wajah yang sedih.

 (Sumber : Hikmat Dari Tuhan )
Label: edit post
Reaksi: 
0 Responses