Berkat Rohani
Renungan Kristen Sehari-hari

Berkat Rohani
Roma 11:33-36

Roma 11:33-36
33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?
36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Roma 11:33-36

Pada suatu malam, seorang gadis kecil yang manis dan lugu bernama Erni, berlutut dan berdoa di samping tempat tidurnya. Sinar matanya dan senyumannya menunjukkan kalau dia begitu senang hari itu. Dan mulailah dia berdoa. Dia mendoakan ayahnya, ibunya, bahkan anjingnya yang lucu itu ikut dia doakan. Dia juga berdoa untuk pamannya. "Tuhan, berkati paman. Berkati pekerjaannya supaya dia bisa berhasil dan membelikan aku sebuah boneka yang lucu." Kata gadis itu dalam doanya. Setelah panjang lebar berdoa, gadis itu akhirnya tidur dengan senyuman yang manis.

Beberapa hari kemudian, pamannya pulang dan tiba di rumah dengan wajah yang cemberut dan kecewa. Hari itu adalah hari yang sangat buruk. Dia dipecat dari pekerjaannya. Beberapa dari kita mungkin berpikir bahwa paman ini tidak diberkati. Atau mungkin dia adalah orang yang sedang sial atau kurang beruntung. Erni menjadi sedih. Dia merasa bersalah karena pamannya dipecat. Bukanlah dia sudah berdoa agar pamannya diberkati? Agar bisa membelikannya boneka? Tapi sekarang? Pamannya suka marah-marah, menyendiri dan kurang perduli kepadanya. Erni menjadi sedih ...

Dua minggu berlalu, dan keadaan kini berubah. Erni mendapati pamannya sedang membaca Alkitab dan ini rutin setiap hari. Seringkali ia mendengar tangisan pamannya dalam doanya dan lagu pujian yang ia naikkan kepada Tuhan. Pamannya tidak lagi marah-marah dan mau bermain-main dengannya. Erni menjadi senang akan perubahan ini. Pamannya yang dulu keras sifatnya kini menjadi lembut. Dulu pamannya berdoa hanya untuk doa makan, namun kini sesuatu berubah, pamannya mulai banyak berdoa dan mengajak dia untuk ikut berdoa bersamanya. "Paman baik, aku sayang sama paman," kata gadis kecil itu malu-malu.

Dua minggu kemudian, si paman pulang ke rumah membawa sekantong bungkusan yang besar. Bungkusan itu berisi boneka yang lucu dan hadiah buat si kecil Erni. Rupanya pamannya sudah mendapatkan pekerjaan dan pekerjaan itu lebih baik dari pekerjaannya terdahulu.

Seringkali kita berpikir bahwa orang yang dipecat dari pekerjaannya ini adalah orang yang tidak diberkati. Kita menggunakan ukuran dari dunia ini. Status, jabatan, kekayaan, kesuksesan, dan uang di Bank adalah ukuran untuk berkat yang kita terima. Ketika semuanya berjalan di luar standar ukuran ini, kita menjadi sedih dan kecewa kepada Tuhan.

Seringkali kita berpikir bahwa kita sudah memberikan yang terbaik kepada Tuhan dan kita layak mendapatkan balasan-Nya. Kita sudah memberikan uang kita dan kita layak mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Pikiran dan hati kita berkata,"Tuhan berhutang kepadaku!" atau "Tanpa aku, pekerjaan Tuhan tidak akan berhasil!" atau "Semua keberhasilan ini adalah hasil kerja kerasku!"

Saudaraku yang terkasih, Firman Tuhan berkata,"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yak 4:6, 1 Pet 5:5)

Apapun yang kita miliki saat ini adalah milik Tuhan. Segala sesuatu berasal dari Dia. Ketika sesuatu terjadi di luar harapan kita, selalu ada berkat rohani yang tersedia bagi kita. Tuhan rindu dan ingin agar kita bisa menikmati berkat-berkat rohani dari-Nya. Dia tidak hanya memberikan berkat untuk kebutuhan jasmani kita tapi ia lebih mengutamakan memberi berkat-berkat rohani. Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Si paman ini akhirnya menjadi dekat kepada Tuhan dan memberikan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan mengubahkan hatinya. Itulah berkat rohani. Suatu berkat yang membuat kita semakin menyadari keberadaan Tuhan dan betapa pentingnya Dia dalam kehidupan kita. Tanpa Tuhan aku tidak bisa hidup. Tanpa Tuhan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kasih kita kepada-Nya semakin dalam dan intim. Itulah berkat rohani.

Marilah belajar mengenal Dia lebih dalam lagi. Mengenal Dia dan sifat-sifat-Nya. Dan menaruh dalam pikiran dan hati kita, apapun yang kualami sekarang ini, pencobaan dan pergumulan, tersedia berkat-berkat rohani yang melimpah bila aku melewatinya bersama-sama dengan Dia.

Bertobatlah bila ada dosa dalam hidupmu. Ketahuilah bahwa masih ada pengharapan bila engkau mau melangkah dan berjalan bersama-sama dengan Dia. Setiap permasalahan dan pergumulan yang engkau hadapi akan menjadi ringan karena engkau tidak lagi sendirian, sebab Dia sendiri ikut merasakan pergumulanmu dan menggandeng tanganmu melalui semuanya itu. Awan kelabu dan kabut pekat yang menghalangi pandanganmu akan hilang lenyap dan langit biru nan cerah penuh pengharapan menyongsong di hadapanmu. Itulah berkat rohani. Suatu berkat yang mengubahkan hidup kita... Suatu berkat yang menanti kita, kalau saja kita tetap bersabar dan berserah kepada-Nya.

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah,
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya
0 Responses