cerita buat bapak
Renungan Kristen Sehari-hari


cerita buat bapak


Hidup itu memang lucu yha, tapi harus di sukuri karna TUHAN baik dan selalu bersamaku dalam cerita kisah lucu tentang hidup.

"Cerita waktu kecil,....seringkali aku bersama dengan Bapaku di kebon, satu demi satu aku lemparkan benih kacang atau benih jagung di lubang yang bapaku buat di kebun, aku mengikutinya dengan langkah- langkah kecilku,... tapi aku sedemikian bangga karna aku bisa bekerja bersamanya dan membantunya, meski memang terik, panas dan ada dikebun itu bikin kulit item, danm telanjang kaki itu panas, tapi yang aku rasakan itu kebahagiaan bersama seorang ayah, meskipun saat itu aku tak juga bertanya padanya apakah dia mersa bahagia dengan semua itu?

Kemudian waktu dia mengajariku menyabit rumput gajahan untuk pakan kambing, perih memang ketika rumput itu menyayat tangan kecilku dan kadangkala si ulat kecil itu mengigitku, ...ih geli, tapi tetep aku bahagia melakukannya sampai kurelakan pulang sekolah melakukannya,..karna aku suka mendengar cerita bapaku tentang perjuangannya untuk hidup ditengah kesulitan, ....

Pagi itu saat aku harus membersihkan tempat minum ayam dan menumbuk kepala ikan untuk makan ayam bersama bapaku,terasa sangatlucu kalau ku ingat sekarang,

atau waktu membantunya membetulkan atap yang seringkali bocor karna yah emang rumah tua aku bahagia, karna merasa jadi perempuan kecil yang perkasa,

eh waktu sepeda butut yang kebanyakan ngangkut jagung itu harus jatuh di tanjakan karena tak kuat nahan beban itu juga sangat lucu buatku, tapi itu cerita indah tentang aku dan bapaku, satu cerita tentang seorang ayah yang menemani anaknya untuk menjadi dewasa.

Ah bapak, memang aku tak pernah bercerita padamu, kalau aku pernah berusaha bunuh diri dengan menenggak obat sebuanyak 2e, karena kau tak membelikan aku atlas dan aku pikir kau tak perhatian, puji TUHAN aku tak mati, cuma malu karna waktu bangun pagi kau sudah gambarkan aku peta,

sekarang aku tau semua kau lakukan bukan karena kau tak sayang tapi karena waktu itu pasti kau memang tak punya uang, waktu itu aku yang sekolah tapi karna tak punya uang untuk beli buku kau rela membantuku menulis pelajaranku,irit yha tapi emang kreatif, sore itu hujan deres banget, dan kau nganterin aku, untuk nitipin sarat - sarat untuk masuk kuliah, kau tau aku sangat bermimpi untuk kerja di rumah sakit dan kau sangat tau bagaimana hobiku menghayal dan bercerita tentang mimpiku, karna kita selalu melewatkan waktu dikebun bersama, atau ngedengerin radio BBC london sambil minum kopi tubruk item, tapi tangan kita gak pernah berhenti untuk metikin biji jagung atau mengupas kacang sambil nunggu ngantuk,

bapak kau tau bagaimana kecewanya aku saat aku tau tinggi badanku kurang, meskipun aku sudah berusaha cari nem yang sebuagus mungkin agar aku bisa masuk jadi perawat,....aku nangis dikamar yang gelap, dan aku tau kau tidur di sampingku, tanpa sepatah kata, aku tak tau apakah waktu itu kau sedang berdoa tapi pasti sedih sepertiku tapi kau tak mau mengungkapkannya, bapak TUHAN memang baik buatku ketika pagi harinya DIA membawa kakaku pulang dari tangerang sambil bawa brosur, AKL depkes, aku pikir gak apa - apa setidaknya aku bisa kuliah di tempat yang berbau kesehatan....

he he lucu tapi kau hebat pak sekalipun kau tak punya uang tapi kau bisa mengajar anakmu untuk berbagi, dan saling memperhatikan " Mujizat"

kakaku seorang kuli kerak pabrik membagi hidup denganku, pasti berbagi nyawa yha karna secara manusia berapa si penghasilannya,....tapi kakaku merelakan waktu separuh hidupnya buatku, aku bisa kuliah, sekalipun tetangga bilang "katakan ama bapakmu jual dulu itu tanah, kamu lulus tak ada sisa, tapi TUHAN itu maha kaya, ah bapak aku lulus, kuliah tanpa jual apapun, karna seorang kakak yang sangat baik, dan seorang anak yang berhasil kau didik, makasih pak makasih mbak, aku tak pernah kekurangan,

meski lucu juga ketika coba -coba jualan boneka, atau selalu maunya jadi seksi konsumsi, kalau ada acara dikampus, bukan apa - apa tapi dengan bangun lebih pagi dan jalan ke pasar beli kue sambil di potong dan di bungkus sendiri itu bisa juga memperpanjang jatah he..he,

atau waktu beli nasi di warteg dan selau nyuci piringku sendiri supaya dapat rasa sayang pasti itu lucu di pikir sekarang, tiga tahun di mulai dari ketiadaan dan keikhlasan di jalani dengan muizat dan belas kasihan, karna sering kali ada teman dari tugas belajar yang kasih kertas bekas laporan untuk kugunakan sebagai buku ah terimakasih, ah terimakasih meskipun aku gagal menjadi tiga besar, tapi setidaknya bisa berdiri di depan pas janji wisuda sebagai wakil dari mahasiswa yang percaya TUHAN YESUS, lucu dan harus disukuri, karna aku lihat senyumu waktu wisudaku sambil menggandeng ibu, senyum mbakku, pasti waktu itu kau bahagia,...

tukang ngayul dan anak tukang ngarit itu juga bisa kuliah, aku baru sadar senyum itu adalah salah satu senyum terbaik yang pernah ada di wajahmu, wajah seorang mantan tapol yang pernah mengalami kejayaan dan kejatuhan.

bapak,...kebahagiaan buatmu itu singkat memang setengah bulan setelah aku lulus kau sakit, kata dokter kangker liver, pasti kau menahan beratnya hidup, dan kau selalu belajar tegar bersama keluargamu, pasti kau selalu berusaha menahannya sendiri dalam senyumu, kau memang pernah jadi anak orang kaya, pernah jadi pemuda yang berhasil, pernah jadi tapol dan juga pernah jadi orang yang hidup di cukupi oleh mujizat dan ketekunan, lucu juga karna sekalipun kita sangat dekat tapi kau ahirnya tak merasakan gimana aku dapat gaji, karna dulu pas kau sakit kau ajari aku untuk memilih memberikannya untukmu, atau merelakannya sebagai buah bungaran dan ahirnya kau tak mencoba sepeserpun dari yang aku dapatkan, karena setelah itu kau memang pergi kau memang dipanggil TUHAN untuk kembali,

kau memangn tau aku tak pernah jadi perawat seperti mimpi yang sealu aku ceritakan padamu di kebun, dan sampai sekarang aku tak pernah bekerja di rumah sakit sepert mimpi itu, tapi hari ini aku kerja melayani orang orang yang kehilangan orang yang sangat berati buat mereka, seringkali Tuhan juga kasih aku kesempatan untuk memeluk orang yang menangis kehilangan orang yang dia sayang, yha hari ini hampir delapan tahun kau pergi, dan aku sudah bekerja,

sebenernya aku kangen bersamamu dan aku ingin bercerita tentang semuanya, aku nyesel pernah bercanda gara- gara tak mau membuatkan teh buatmu, saat kau bilang padaku kalau aku tak mau membuatkan kau teh, nanti aku nikah kau tak mau menjadi waliku, ya aku bilang wali hakim, pak itu cuma canda seorang anak SD tapi ternyata sekarang sakit, waktu aku menemukan seseorang yang mengasihiku, tak ada lagi kau, dan memang harus wali hakim. Lucu memang tapi itu nyata,...pak terimakasih yha, semoga anaku nanti juga punya ayah seperti aku punya kau dan dia yang kumiliki memperlakukanku sebaik kau pada ibu.



 (Sumber : Pondok Renungan)
edit post
Reaksi: 
2 Responses
  1. Bismar Purba Says:

    yang sabar y.....
    jadi sedih q baca critanya....


  2. Gaura Hari Says:

    Inspirativ banget. awak senang bacanya apalagi tampilan covernya cantik sekali. awak juga punya blog di www.renungankuplesrenunganmu.blogspot.com kalo ada waktu, boleh coba tengok awak punya tulisan. sekalian minta opininya
    terima kasih