Ambil Duniaku
Santapan Rohani

Ambil Duniaku
Efesus 4: 17-32

Seharusnya kita yang patut dipersalahkan atas semua ini. Entah mengapa, semuanya berakhir dengan pahit. Terbang dengan sayap harga diri dan ego, membawa kita terbang tinggi namun akhirnya jatuh menukik menubruk permukaan bumi. Mengapa begitu sulit meninggalkan dunia ini? Mati terhadap diri sendiri, memberikan segalanya dan mati.

Berbalik? Kembali? Tidak menjadi serupa dengan dunia ini? Buat apa? Semuanya melayang-layang dalam alam pikiran kita. Paku-paku besar dipakukan tanpa belas kasihan atas tangan dan kaki seorang pribadi yang memiliki kasih lebih dalam daripada lautan, lebih melimpah daripada air mata, menjangkau dan memeluk semua umat manusia.

Bisakah aku menjadi seorang yang dikorbankan? Memberikan segalanya bagi Dia? Darah dan air mengalir keluar dari lambung-Nya, robek oleh tombak prajurit yang tidak mengerti apa yang sedang ia lakukan. Tertawa sambil mengejek. Bukankah kita prajurit-prajurit itu? Bukankah kita yang berteriak-teriak,"Salibkan Dia".

Mencintai Tuhan... Memberikan segala-Nya bagi Tuhan. Mengapa? Karena Dia telah memberikan segala-Nya bagi kita.

Mencintai-Mu... Ambil duniaku...
Membutuhkan-Mu... aku jatuh bersujud...
Mencintai-Mu... Ambil duniaku, aku hancur Tuhan!

Semuanya sudah berakhir dan kita tinggal sendiri. Berada dalam sisa-sisa kehidupan yang bukan milik kita. Nafas yang bukan milik kita. Membutuhkan seluruh kekuatan dan keberadaan kita untuk percaya pada anugerah yang melingkupi kita. Senantiasa mengikuti dan mengejar kita.

Mengapa Engkau harus mati bagiku? Benarkah Engkau harus mati bagiku? Semua keberadaanku hanya bagi-Mu, sebab yang aku butuhkan dan aku percaya, meninggalkan duniaku. Meninggalkan dan menanggalkan egoku.

Hapus airmataku, curilah hatiku, meninggalkan kehidupan yang sia-sia dengan salib memimpin di depanku. Pertempuran antara anugerah dan ego sudah berakhir, aku menyerah. Sucikan hatiku, basuh aku dalam darah-Mu.

Duniaku yang lama jatuh menjadi debu dan terlempar jauh. Semakin lama aku semakin membutuhkan-Mu. Setiap jam yang berlalu, aku mendengar suara-Mu, yang tidak bisa aku sangkal. Ambil kelemahanku. Semua hal yang tidak bisa kusembunyikan. Ambil duniaku. Ambil duniaku.

Setiap kita seharusnya berkata dan berseru hari demi hari, detik demi detik, bahwa Dia tidak mati dengan sia-sia. Dia tidak diremukkan dengan sia-sia. HE DIDN'T DIE FOR NOTHING. HE DIDN'T DIE FOR NOTHING. Aku akan hidup bagi dan oleh Dia.

Renungkanlah senantiasa Firman-Nya. Ingatlah senantiasa akan kasih setia-Nya. Berdoalah dan Dia akan memampukan kita melakukan perintah-Nya.

Efesus 4: 17-32 :

17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Tanggalkanlah manusia lama dan kenakan manusia baru. Manusia lahiriah akan merosot tetapi biarlah manusia batiniah kita dibaharui hari demi hari. Mencintai Tuhan membutuhkan komitmen. Mencintai Tuhan... adalah perjalanan seumur hidup kita.

Pakailah perkataan yang baik untuk membangun, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu
0 Responses