Aniaya adalah bagian dari kristus
Renungan Kristen Sehari-hari


Aniaya adalah bagian dari kristus


Kristen artinya pengikut Kristus. Sebagai pengikut Kristus, apa yang dialami oleh Yesus juga akan di alami pengikut-Nya, itulah yang dinamakan pengikut sejati. Orang yang tidak mau mengalami apa yang di alami oleh Kristus tidak layak disebut pengikut Kristus.

Yesus, sejak lahir sampai mati-Nya tidak lepas dari aniaya. Yesus harus lahir di kandang domba yang hina karena tidak ada seorangpun yang mau menerima dan menyediakan tempat bagi kelahiran-Nya selain kandang domba dan para gembala. Kemudian ketika Yesus masih balita, ia diburu oleh Herodes untuk di bunuh. Demikian juga hal nya sesudah Ia dewasa, terlebih pada masa pelayanan-Nya, orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat membenci dia dan senantiasa mencari cari kesempatan untuk dapat menyingkirkan-Nya. Ketika kesempatan itu ada mereka tidak menyia-nyiakan begitu saja. Mereka menyalibkan dan membunuh DIA.

Demikian pula halnya terjadi pada masa sesudah Dia yaitu masa rasul-rasul. Penganiayaan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen semakin Ganas. Salah seorang dari penganiaya itu dikenal bernama Saulus yang kemudian menjadi Paulus setelah bertobat.

Dari kisah ini kita melihat bahwa orang Kristen tidak pernah lepas dari aniaya. Bahkan Alkitab mencatat bahwa Aniaya adalah bahagian dari ibadah orang Kristen. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

II Timotius 3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

Ayat diatas dengan tegas mengatakan bahwa setiap orang yang beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. Jadi bagi saudara yang tidak ingin menderita aniaya maka janganlah menjadi mengikuti Yesus. Namun satu hal, jika saudara lebih memilih tidak mengikuti Yesus maka kebinasaan dan penderitaan kekal siap menanti. Apalah artinya kita berbahagia dan lepas dari aniaya di bumi ini jika nantinya kita menderita selamanya di alam maut sana. Oleh sebab itu, jika saudara sedang mengalami aniaya, bersabarlah dan berdoalah bagi mereka. Ikutilah teladan Paulus yang memberkati mereka yang menganiaya dia. Itu kita temukan pada ayat dibawah :

Roma 12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

Melalui ayat ini Paulus memberikan teladan bagi kita bagaimana cara menghadapi aniaya. Paulus mengajak kita untuk memberkati mereka, bukan mengutuk. Bahkan dalam kitab Matius Tuhan Yesus meminta kita untuk berdoa bagi mereka.

Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Dalam prakteknya Tuhan Yesus bukan hanya sebatas kata-kata saja. Apa yang di ucapkan Yesus Ia buktikan ketika Ia berdoa bagi mereka yang menyalibkan dia. Itu kita temukan pada ayat dibawah:

Lukas 23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Dari ayat diatas kita melihat kenapa kita harus mengampuni mereka, itu karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Seandainya mereka tahu bahwa apa yang mereka perbuat itu salah pastilah mereka tidak akan melakukannya.

Paulus pernah mengalami hal demikian. Ia pernah menjadi penganiaya Jemaat, bahkan menganiaya dengan ganasnya. Ia mengajukan diri dan mendapat ijin dari mahkamah agama untuk mengejar dan membunuh orang Kristen. Artinya Paulus mendapat ijin untuk melakukan pembunuhan atas orang Kristen dan pembunuhan itu dianggap sah (legal). Namun ketika Ia telah mengenal kebenaran, ia mengerti bahwa perbuatannya itu salah dan ia menganggap semuanya itu adalah sampah masa lalu. Intinya, Paulus melakukan kejahatan itu karena ia tidak tahu bahwa hal itu salah, bahkan ia menganggap hal itu benar dan suatu bakti bagi Allah. Namun ketika ia mengetahui bahwa hal itu salah dan bukan suatu bakti bagi Allah, ia melepaskan semua kejahatannya dan menjadi pengikut Kebenaran. Itulah sebabnya mengapa Paulus mengajak kita memberkati mereka yang menganiaya, itu karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat, dan Paulus pernah mengalami hal itu.

Paulus sangat bersyukur karena orang-orang yang dianiayanya malah memberkatinya, bukannya mengutuk. Kata-kata berkat dari orang yang teraniaya itulah yang menggerakkan Tuhan untuk mengubah hati Paulus. Salah satu orang yang teraniaya yang memberkati adalah Stefanus. Kisahnya kita temukan pada ayat dibawah:

Kisah Para Rasul 7:58-60 Mereka menyeret dia (Stefanus) ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus (Paulus). Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Dihadapan Paulus, Stefanus memanjatkan doa bagi para penganiaya, termasuk Paulus.

Saudaraku, hal yang sama juga sedang terjadi pada saat ini, khususnya buat saudara-saudari kita jemaat salah satu Gereja. Mereka dianiaya, dikejar-kejar bahkan ada yang di tikam dan di pukul dengan benda keras. Untuk menanggapi masalah itu, marilah kita memberkati dan berdoa bagi mereka yang menganiaya bukan malah sebaliknya, melakukan perlawanan dan mengutuk. Mereka melakukan itu karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Yang paling menyedihkan adalah mereka menyangka bahwa apa yang mereka perbuat itu adalah suatu bakti kepada Allah. Oleh sebab itu sepantasnyalah kita bersyukur bahwa melalui kejadian ini terbukti bahwa Alkitab adalah sebuah kebenaran karena apa yang dialami telah dinyatakan oleh Alkitab ribuan tahun yang lalu. Itu dapat kita temukan pada ayat dibawah.

Yohanes 16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

Dari ayat ini sangat jelas dikatakan bahwa orang-orang Kristen akan di kucilkan dan dianiaya. Bahkan dengan jelas Alkitab menyatakan orang-orang penganiaya tersebut menyangka bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah suatu bakti bagi Allah. Bukankah hal itu memang terjadi pada saat ini dan itu menandakan bahwa kebenaran Alkitab tidak perlu diragukan. Oleh sebab itu mari memberkati dan berdoa bagi mereka. Memang ini tidak mudah, tetapi itulah yang Tuhan tuntut dari kita pengikut sejati-Nya. Tuhan meminta kita tidak melakukan apa yang orang-orang dunia lakukan. Jika dunia mengajarkan kekerasan balas kekerasan maka Tuhan Yesus mengajarkan hadapilah kekerasan dengan berkat dan doa. Sekali lagi, hal ini tidak mudah. Kita tidak akan mampu melakukannya tanpa pertolongan Tuhan. Oleh sebab itu marilah berdoa agar Tuhan melembutkan hati kita sehingga kita sanggup untuk mengampuni terlebih lagi berdoa keselamatan bagi mereka.

Hal yang sama pernah dialami oleh jemaat Smirna. Beberapa orang dari jemaat di Smirna mengalami aniaya, mereka di penjarakan karena sesuatu hal yang bukan kesalahan mereka. Bahkan mereka di penjara karena Fitnah. Namun Tuhan tidak memerintahkan mereka untuk melawan. Melalui Rasul Yohanes, Tuhan meminta mereka untuk bersabar dan tetap setia. Itu kita temukan pada ayat dibawah:

Wahyu 2:9-10 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Dari ayat diatas dengan jelas kita melihat bahwa Tuhan Yesus meminta kita untuk menjalaninya dengan sabar dan setia. Dan sebagai hadiahnya, Tuhan telah menyediakan mahkota kehidupan bagi mereka yang menang.

Oleh sebab itu saudaraku, marilah hadapi aniaya dengan kesabaran dan kesetiaan. Dan satu hal jangan kita lupa bahwa mengalami aniaya adalah bahagian dari ibadah kita. Berdoalah bagi mereka karena Mahkota Kehidupan sudah menanti kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

From: Arnold Panjaitan

(Sumber : FaceBook Grup Anak TErang)
Label: edit post
Reaksi: 
0 Responses